Tips Cashflow di Tengah Pandemi



Bismillah,

Sekitar 2 minggu yang lalu, kami pernah update status tentang tips perencanaan keuangan disituasi yang tidak biasa seperti sekarang.

Karena status WA hanya bertahan 24 jam, maka kami kepikiran untuk menyampaikannya ulang lewat pesan seperti ini.

Semoga bermanfaat ya. 😊

Jadi, sebenarnya ditengah pandemi seperti ini. Pilihan sikap kita sebenarnya hanya 2.

Pertama
"Bersyukur"

Buat yang rezekinya masih sama atau malah bertambah disaat-saat sekarang, maka wajib bersyukur.
Karena gak semua orang merasakan itu. 😟

Atau sikap yang kedua.
"Bersabar"

Beberapa model bisnis mau gak mau stop total karena keadaan ini.
Dan jumlah bisnis yang begitu, banyak banget lho. 😵

Data 20 April 2020 saja menyebutkan bahwa 84.926 perusahaan sudah merumahkan karyawannya.

Bisa dibayangkan sebanyak apa itu?
84 ribu bisnis
Jumlah karyawannya pasti nyentuh jutaan.

Ya, disituasi seperti sekarang, ada banyak hal yang gak pasti.

Karena itu, dipesan kali ini.
Kami mau menyinggung hal yang penting untuk Anda.

Yaitu bagaimana memanage keuangan disituasi krisis.

Silahkan diikuti ya. 👇

Jadi agar bisa tetap aman dari segi keuangan.
Maka ada 2 hal yang perlu kita segera lakukan.

2 hal itu adalah

1. Beresin arus income
2. Smart dalam pengeluaran

Gimana cara beresin income saat daya beli masyarakat sedang turun?

Nah, disini kita harus paham bahwa pada dasarnya konsumen BUKAN TIDAK MEMBELI produk yang kita jual.

Yang lebih tepat, mereka jadi "LEBIH SELEKTIF" dalam membeli. 🤫

Ada pergeseran purchase behaviour alias perubahan perilaku saat transaksi.

Karena itu, dikondisi seperti ini tetap jalankan bisnis.
Tapi harus dengan strategi.
Karena kita sedang ada disituasi yang tidak biasa.
Konsumen lebih pilih-pilih saat membeli produk.

Nah jadi untuk menjaga penjualan disaat seperti ini, maka yang bisa kita lakukan adalah membuat konsumen memilih produk kita.

 Caranya?

1. Memudahkan proses transaksi
2. Memberikan penawaran terbatas
3. Mempercantik penawaran
4. Menyediakan produk yang dibutuhkan

Contohnya seperti bisnis FnB

Model bisnis ini adalah salah satu bisnis yang paling terluka karena Covid-19.

Karena banyak orang jadi takut keluar rumah.
Sedangkan bisnis kuliner, salah penawarannya adalah makan ditempat

Lalu bagaimana cara agar bisnis ini penjualannya bisa survive?
🙄

Coba 4 cara tadi

1. Transaksinya dipermudah
Ada pilihan take away ✅

2. Penawaran terbatas
Potongan harga untuk transaksi dijam-jam tertentu ✅

3. Percantik penawaran
Ukuran up size ✅

4. Menyediakan produk yang dibutuhkan

Pilih menu yang repeat ordernya tinggi.
Fokus pasarkan itu, alasannya karena itu adalah menu yang dikangenin oleh pelanggan ✅

Nah, 4 cara itu silahkan terapkan juga dibisnis Anda, agar penjualannya survive.

Kalau gak bisa menerapkan gimana?

Artinya lakukan Pivot pada produk atau pada model bisnisnya sekaligus.

Apa itu pivot?

Pivot mudahnya adalah berubah

Jadi yang diubah adalah produknya.
Menyesuaikan 4 hal yang kami sudah jabarkan tadi.

Atau sekalian aja ubah model bisnisnya.

Contoh ubah produk. 👇

Ada yang bisnisnya produsen hijab.
Karena keadaan ini, bisa jadi produksi masker kain.

Bisnisnya masih di industri garment.
Tapi produknya berubah.

Lalu yang dimaksud ubah model bisnis.
Artinya ya rombak total.

Jual aja apapun yang bisa dijual saat ini.
Pasarkan produk yang ada peminatnya.

Gak masalah belok sebentar.

Jadi fleksible, jangan kaku.
Karena keras kepala gak bisa ngisi perut.

Buat apa bertahan di bisnis yang terbukti gak profit untuk saat ini.
Benar kan?

InsyaAllah yang barusan bisa ngasih dampak positif ke income kita.

source : https://t.me/HIJRAHDIGISYST

Posting Komentar

0 Komentar